Bangsawan Rilis Single Perdana ‘Terlewat Masa’, Persembahan Untuk Sang Ibu

Buat Bangsawan, menulis “Terlewat Masa” bukan cuma soal bikin lirik. Ada perjalanan emosional yang ia rasakan—dari rasa bersalah, kehilangan, sampai rasa syukur. Setiap bait jadi semacam cara buat ia belajar untuk lebih berani berkata pada orang-orang yang berarti dalam hidupnya.

Catatan awal lagu ini sebenarnya sudah ada sejak beberapa tahun lalu. Tapi baru tahun ini ia merasa siap untuk merampungkannya. Proses produksi ia jalani bareng Ages dan Dendi Febri Pratama yang berperan sebagai produser sekaligus pengisi instrumen. Mixing dan mastering dipercayakan kepada Your Audio Lab, sementara artwork digarap oleh Hajar Kansi, temannya yang sekarang tinggal di Belanda. “Artwork saya percayakan ke teman saya, Hajar Kansi. Dari dulu saya suka sama karya-karyanya, selalu ada nuansa unik. Kadang sederhana, tapi bisa nyentuh banget,” jelasnya.

Proses rekaman dilakukan sederhana, lewat home recording. Meski begitu, banyak momen berkesan yang muncul. Mulai dari kesulitan menerima suara sendiri saat take vokal, sampai momen menyentuh ketika ia dan teman-teman yang terlibat berbagai cerita soal harapan mereka di musik. “Awalnya saya gak nyaman denger suara sendiri pas take vokal, bahkan canggung. Tapi lama-lama saya belajar berdamai. Momen yang paling kerasa itu pas nyadar kalau musik bisa bikin lirik sederhana jadi lebih kuat,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *