“Pembangunan jalan dan kegiatan sosial bisa terlaksana luar biasa meski anggaran terbatas. Banyak yang dilakukan lewat sumbangan warga, kerja sama, bahkan insentif RW dipakai untuk kebutuhan operasional dan gotong royong,” ujarnya.
Menurut Agus, semangat perjuangan LPM dan para penggerak wilayah adalah bukti nyata pengabdian. “Kalau tidak punya semangat lilalamin untuk manfaat orang banyak, pasti tidak akan kuat. Tapi saya lihat 70 persen pejuang wilayah punya mindset ini,” tutupnya.

Dengan kiprah tersebut, LPM Kota Bandung dinilai terus menjadi garda terdepan dalam menumbuhkan budaya gotong royong, memperkuat kemandirian warga, serta membangun Bandung melalui kolaborasi.
(Red/Diskominfo Kota Bandung)






