Cerita di Balik ‘Arunika’ Dari Deathvoice, Single HipHop Pertama dari Tuban

Di verse kedua, makin jelas kalau lagu ini soal perjalanan. “Bercumbu dengan microphone, semakin puas” ini soal kecintaan kami sama HipHop yang nggak bisa diganggu gugat. Kami tahu kalau jalannya nggak gampang. “Langkahku berliku namun ku terus melaju”, karena setiap rintangan bukan buat bikin kita berhenti, tapi ini yang bikin kita makin kuat.

Verse ketiga ini kita ngasih penghormatan ke Julian Sadam, rapper underground asal Sid- Town yang jadi inspirasi buat kami karena penggunaan diksi dan rima yang salah besar jika tidak di apresiasi. “Kami tak akan padam seperti Julian Sadam”, karena dia nunjukin kalau rap itu bukan sekadar musik, tapi bentuk perlawanan. Makanya di akhir lagu ini, kami menulis “Memulai episode baru, T-Town HipHop Movement” ini bukan sekadar single, ini adalah gerakan.

Tidak sedikit juga yang menganggap kalau Tuban itu tertinggal soal kreativitas, dan mungkin banyak yang setuju soal itu. Bahkan temenku pas nongkrong dan bahas soal tren dia berkata “Tuban itu 5-7 tahun yang lalu kota2 besar lainnya” dimana bisa dibilang telat atau tertinggal dalam menyikapi suatu tren baru atau skena baru. “Arunika” lahir buat ngehancurin batas itu.

Ini suara perlawanan, suara yang nggak akan bisa diredam karena setelah ini ada rilisan terbaru dari salah satu crew kami yaitu Lost Control yang berjudul Muqadimah. Sekarang, HipHop di Tuban udah mulai bernapas dan bersuara akan “Make hiphop great again!”.

 

(Red/Deathvoice/Speak Ov Media Space)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *