Menurut Kepala Desa Sayati, Nandar Kusnandar, kemampuan public speaking menjadi modal utama yang harus dimiliki generasi muda di era kompetitif, “Pemuda harus bisa menyampaikan ide, memimpin diskusi, hingga memandu acara. Kemampuan berbicara di depan umum akan membawa manfaat besar, baik untuk diri sendiri maupun masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Desa Sayati, Luthfi Mufthi Ainul Ilmi, berharap kegiatan ini mampu melahirkan pemuda yang berani tampil dan mengambil peran dalam pembangunan desa, “Ini adalah langkah awal agar Karang Taruna semakin berdaya, aktif, dan siap menjadi motor perubahan,” ungkapnya.

Pihak Proskill menegaskan bahwa keterampilan public speaking merupakan skill universal yang sangat relevan dalam menunjang karier, organisasi, hingga kepemimpinan. Founder, CEO, dan COO Proskill menyampaikan komitmennya untuk terus menghadirkan program pengembangan pemuda, tidak hanya di Desa Sayati, tetapi juga di wilayah lain di Indonesia.
Kegiatan ini sejalan dengan jargon “Desa Sayati Kahiji – Pemuda Berkarya”, yang menekankan pentingnya peran pemuda dalam menciptakan karya, inovasi, serta perubahan positif. Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta tidak hanya mampu berbicara dengan percaya diri, tetapi juga siap menjadi inspirasi sekaligus teladan bagi masyarakat sekitar.
(Red)






