Perayaan Hari Santri Nasional di Pondok Pesantren Daarut Tarmizi “Menyambung Juang, Merengkuh Masa Depan”

SOROT JABAR – Pada Selasa, 22 Oktober, Pondok Pesantren Daarut Tarmizi menyambut dengan antusias perayaan Hari Santri Nasional (HSN) yang diperingati secara khidmat. Acara ini diselenggarakan oleh Forum Pondok Pesantren (FPP) Kadudampit dengan mengusung tema “Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan.” Tema ini menggambarkan peran besar santri dalam sejarah perjuangan bangsa dan kontribusi mereka yang berkelanjutan hingga saat ini.

Sejumlah tokoh turut menghadiri acara ini, termasuk Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tarmizi, Ust. Dr. H. Tarmizi As Shidiq, M.Ag., Ust. H. Ainur Fajri, Ph.D., Ust. H. Rizky Aminullah, M.Pd., Ust. Muhammad Nasihin, M.Pd., serta Ketua MUI Kecamatan Kadudampit Husen Jaeni,S.Ag, Ketua FPP Kadudampit KH. M. Sofyan Saripudin, Drs. H. Dadin Kepala KUA Kadudampit, dan Sekretaris Camat Kadudampit, Ibu Iin Fitriani, SE., MM.

Selain itu, para pimpinan dan pengasuh dari 19 pesantren di Kecamatan Kadudampit juga hadir memeriahkan acara. Ust. Muhammad Nasihin, pengasuh Pondok Pesantren Daarut Tarmizi (Data), menyampaikan bahwa acara apel Hari Santri Nasional ini diikuti oleh sekitar 750 peserta, yang terdiri dari santri perwakilan berbagai pesantren di wilayah Kadudampit. Persiapan upacara dilakukan secara matang, dengan petugas upacara yang dipilih dari berbagai pesantren seperti Ponpes Al-Farhan, Ponpes Sirajul Huda, Ponpes Ali Utsman, Ponpes Raudhatul Ulum, dan Ponpes Daarut Tarmizi. Selain itu, GP Ansor dan BKPRMI juga ambil bagian dalam upacara ini.

Dalam rangkaian upacara, Kyai M. Sofyan Saripudin membacakan Resolusi jihad, sedangkan pembina upacara, Ibu Iin Fitriani, menyampaikan pesan dari Kementerian Agama RI. Dalam pidatonya, ia menekankan pentingnya mengenang perjuangan santri dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, terutama resolusi jihad yang dipelopori oleh KH. Hasyim Asy’ari pada tahun 1945. Pesan ini juga menggarisbawahi peran santri yang terus berlanjut dalam membangun bangsa di masa kini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *