Dalam liriknya, lagu “22 Tahun” mengisahkan perjalanan rumah tangga yang tidak selalu mulus. Ada masa-masa penuh kebahagiaan, namun juga tantangan yang menguji kesabaran dan komitmen. Lagu ini menggambarkan bagaimana Reydi dan Merie saling belajar memahami satu sama lain, berpegangan tangan dalam badai, dan terus menumbuhkan cinta yang semakin matang dari tahun ke tahun.
“Dua puluh dua tahun ini bukan akhir, melainkan pijakan untuk melangkah lebih jauh lagi,” ucap Reydi dan Merie dalam narasi lagu.
Reydi Nobel Kristoni Haksni Endra Kusuma dan Merie Kusumawati, yang kini menetap di Bali, lahir dan besar dalam lingkungan keluarga pemusik. Meski baru kali ini mereka menyalurkan bakat bermusik secara profesional, kecintaan mereka terhadap musik telah tumbuh sejak lama.
Reydi, yang berprofesi sebagai advokat dan kurator, menguasai berbagai instrumen seperti gitar, bass, drum, dan piano. Sementara Merie yang merupakan owner cafe dan glamping, memiliki hobi bernyanyi dan memasak.
Proses kreatif lagu ini berlangsung dengan penuh makna. Denny Chasmala tidak hanya menjadi pencipta lagu, tetapi juga mentor musikal yang membantu Reydi dan Merie menemukan suara mereka sebagai pasangan duet.






