SOROT JABAR – ruhara adalah proyek musik solo Ardy Makarim, produser dan penulis lagu asal Bekasi. Sebelumnya, Ardy adalah mantan gitaris Pro Monkey yang merilis EP Never Give Up! (2014–2015) serta SUNNS (2018–2019). Melalui ruhara, Ardy membuka babak baru dalam perjalanannya dengan musik keras dan pendekatan emosional yang lebih matang.
Setelah bertahun-tahun mengeksplorasi metalcore dan indie rock, Ardy meramu elemen tersebut menjadi ruhara yang memadukan anthem dari hard rock, sound gitar yang metal, serta lirisisme indie rock yang angsty dan introspektif. Hasilnya adalah musik yang terasa luas namun tetap personal, mengimbangi agresi dari distorsi dan ekspresi melodi yang jujur.
ruhara dibangun sebagai proyek berbasis instrumental, di mana seluruh materi ditulis, dimainkan, dan diproduseri sendiri oleh Ardy. Setiap komposisi dirancang sebagai ruang kolaborasi, memungkinkan ruhara bekerja dengan berbagai vokalis. Pendekatan ini membuat setiap rilisan memiliki karakter emosional yang berbeda, sambil tetap mempertahankan identitas musik yang konsisten.
ruhara memulai debutnya melalui sebuah single kolaborasi yang melibatkan SUNNS dan sevenone (Daniel Asido dari St. Loco), mempertemukan para musisi yang terhubung oleh pengalaman bersama serta perjalanan kreatif yang berjalan beriringan.
Rilisan ini menjadi pernyataan awal ruhara sebagai proyek solo, memadukan instrumental hard rock karya Ardy Makarim dengan interpretasi vokal yang dinamis oleh SUNNS serta shredding metal yang kental oleh sevenone.
Ditulis pada masa kelulusan sekolah, lagu ini merefleksikan proses pertumbuhan, kilas balik, dan sunyinya waktu yang berlalu; sebuah perwujudan ketegangan antara diri di masa lalu dan sosok yang sedang kita tuju.
(Red)






