“Mertua saya orang asli sini. Ia mengalami masa hidup saat Ki Marhaen masih ada, meski kala itu masih kecil,” ujarnya.
Ia menuturkan, setelah Indonesia merdeka, ada seseorang yang datang mencari Ki Marhaen ke sawahnya di Cibintiu. Namun Ki Marhaen sudah wafat, hingga akhirnya pencarian itu mengarah ke Cipagalo, tempat lokasi makam dan keluarganya berada saat ini.
Kusnadi mengungkapkan, sosok Ki Marhaen telah menjadi contoh perjuangan rakyat kecil dan simbol penguatan sektor pangan, khususnya pertanian, seperti yang pernah diperjuangkan oleh Bung Karno.
“Pesan saya, jangan salah gunakan tempat ini. Jika untuk tujuan sejarah, saya bangga karena di lingkungan Cipagalo ini ada sejarah yang menjadi kebanggaan masyarakat,” ujarnya.
Makam Ki Marhaen bukan hanya situs peristirahatan seorang tokoh, tetapi pengingat bahwa kekuatan bangsa dibangun dari rakyat kecil yang bekerja keras, jujur, dan mandiri, nilai-nilai yang diangkat Bung Karno dari sosok Ki Marhaen.
Pemerintah Kota Bandung bersama masyarakat setempat terus berupaya menjaga keberadaan situs ini agar tetap menjadi ruang edukasi sejarah dan inspirasi bagi generasi mendatang.
(Red/Diskominfo Kota Bandung)






