SMANOP Raih Medali di SPIRIT PORISMAN XII, Prestasi Melonjak Dibanding Tahun Lalu

Kehadiran Iwan Setiawan sejak pagi sebagai bentuk dukungan langsung terhadap para atlet memberi kesan positif bagi kontingen. Ketua dan pengurus PASMANOP selama ini dikenal aktif mendukung kegiatan alumni baik secara finansial maupun lewat gagasan kreatif—termasuk ide menghadirkan maskot Kang Duyeh.

Nama “Kang Duyeh” sendiri diambil dari sosok Duyeh Suharsa, seorang intelektual dan pejuang asal Bandung yang memiliki kontribusi besar dalam sejarah kemerdekaan namun kurang dikenal secara luas. Melihat antusiasme yang muncul, Kepala SMAN 4 Bandung, Tuti Kurniawati, bahkan mengusulkan agar Kang Duyeh dijadikan sebagai maskot resmi sekolah.

Markas Kang Duyeh, terdiri dari lima tenda sarnavil putih, menjadi pusat aktivitas Kontingen SMANOP. Meski hadir sebagai kontingen peserta, tenda tersebut tampak lebih meriah dan terorganisir dibandingkan kontingen sekolah lain.

Lebih dari 200 alumni lintas angkatan, mulai awal 1960-an hingga 2000-an, berkumpul di area ini—mulai dari atlet, panitia, pengisi acara, hingga para pendukung. Mengusung jargon khas “Kadarieu! Kadarieu!”, panitia berhasil mengumpulkan para alumni dalam satu titik sehingga kebersamaan terasa semakin hangat.

Suasana kian semarak dengan jamuan dari Laskar Konsumsi yang menyajikan nasi uduk, kukuluban, hingga aneka kue tradisional. “Pokona mah wareg nostalgia, wareg seuri, sareng wareg ku tuangen. Hatur nuhun panitia PASMANOP,” tutur salah satu alumni angkatan 1968.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *