SMKN 7 Bandung Gelar Ujian Praktik Manasik Haji, Siswa Antusias Jalani Ibadah Simulasi

SOROT JABAR – SMKN 7 Bandung menggelar kegiatan Ujian Praktik Pendidikan Agama Islam (PAI) bagi siswa kelas XII berupa kegiatan Manasik Haji pada hari Senin hingga Selasa, 10-11 Maret 2025.

Kegiatan yang berlangsung di bulan suci Ramadhan 1446 H ini tidak hanya menjadi ujian akhir sekolah bagi para siswa, tetapi juga memberikan pengalaman ruhani yang sangat bernilai, dan memperkaya pemahaman mereka tentang ibadah haji yang penuh makna.

Sebagai bagian dari pembelajaran PAI, ujian praktik ini dirancang untuk memberikan kesempatan bagi siswa kelas XII SMKN 7 Bandung untuk mempraktikkan berbagai rangkaian ibadah yang harus dilakukan selama haji, seperti tawaf, sa’i, serta berbagai doa dan amalan yang menjadi bagian dari ibadah haji.

Selama dua hari pelaksanaan ujian, para peserta terlihat antusias mengikuti setiap tahapan yang telah disiapkan. Mereka mempelajari pengetahuan mengenai sejarah haji, serta hikmah di balik setiap amalan yang dilakukan selama ibadah haji. Momen ini menjadi sangat istimewa karena dilaksanakan di bulan Ramadhan, sebuah waktu yang penuh berkah, yang semakin menambah kedalaman ruhani bagi para siswa.

Menurut kepala sekolah SMKN 7 Bandung, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang pelaksanaan ibadah haji, sekaligus mengajarkan nilai-nilai kesabaran, ketakwaan, dan kedekatan kepada Allah SWT. “Selain sebagai ujian akhir, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan pengalaman ruhani bagi para siswa. Semoga mereka dapat membawa pelajaran dan pengalaman ini dalam kehidupan sehari-hari mereka,” ujar Kepala Sekolah SMKN 7 Bandung, Ibu Dra. Rini Ambarwati, M.Ds., yang turut hadir memantau jalannya ujian praktik ini.

Kegiatan ini juga menjadi simbol pentingnya pembelajaran agama dalam membentuk karakter siswa, yang tidak hanya berfokus pada aspek akademis tetapi juga penguatan nilai-nilai spiritual. Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata bahwa pendidikan agama Islam tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga membekali siswa dengan pengalaman nyata yang akan menginspirasi mereka untuk terus mendalami dan mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.

(Dadan Sambas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *