Stok Beras Kota Bandung Capai 35.000 Ton, Cukup Untuk 6 Bulan

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin, menegaskan hal senada.

“Alhamdulillah, hasil monitoring menunjukkan stok ketersediaan beras di Kota Bandung aman. Memang ada sedikit kenaikan harga, tapi masih dalam batas normal. Untuk beras SPHP, alhamdulillah sudah tersedia di pasar tradisional, seperti di Pasar Sederhana,” katanya.

Dari sisi kualitas, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar memastikan, pasokan beras di Kota Bandung tidak hanya cukup, tetapi juga aman dikonsumsi.

“Berdasarkan proyeksi neraca pangan Juli-Agustus, ketersediaan beras cukup aman. Dari sisi mutu, hampir tidak ditemukan beras yang tidak berkualitas atau tidak aman. Semua memenuhi persyaratan, termasuk beras SPHP,” jelas Gin Gin.

Sedangkan Kepala Bulog Kota Bandung, Ashville Nusa Panata menambahkan, Bulog terus menyalurkan beras SPHP ke berbagai titik di Kota Bandung.

“Kami sudah menyalurkan beras SPHP ke lima pasar pencatatan BPS, termasuk Pasar Sederhana dan Pasar Gedebage. Untuk Pasar Jaringin dan Pasar Kosambi, proses verifikasi masih berjalan. Hingga kemarin, kami sudah menggelontorkan sekitar 20 ton beras SPHP,” ujar Ashville.

Ia menyatakan, stok beras Bulog masih melimpah.

“Untuk wilayah Bandung Raya, stok beras kami mencapai 35.000 ton. Jumlah ini cukup untuk kebutuhan 6 bulan ke depan, padahal ambang batas kebutuhan hanya 4 bulan. Selama harga masih tinggi, kami akan terus menggelontorkan beras melalui operasi pasar,” katanya.

 

(Red/Diskominfo Kota Bandung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *