SOROT JABAR – Apa jadinya kalau keluarga bisa seru-seruan bareng tanpa gangguan gawai? Itulah yang ingin dihadirkan Ibu Profesional Bandung lewat acara Board Game Land (BGL) 2025, yang berlangsung di Sekolah Alam Bandung (SAB), Dago Pojok, mulai pukul 07.30 – 13.00 WIB, Minggu (19/10/2025).
Di tengah derasnya arus digital, banyak keluarga yang lebih sibuk dengan layar masing-masing meskipun sedang bersama. Padahal, momen kebersamaan adalah kunci keluarga yang hangat dan harmonis. Board Game Land Bandung 2025 hadir sebagai ruang untuk kembali membangun interaksi tatap muka lewat permainan — mulai dari board game modern, permainan tradisional, hingga aktivitas keluarga yang penuh keceriaan
Acara dibuka dengan penampilan anak-anak Sekolah Alam Bandung yang bermain angklung dan membawakan dua lagu, menciptakan suasana hangat serta penuh semangat kebersamaan. Dilanjutkan dengan sambutan ketua pelaksana Boardgame Land Bandung 2025 yang disampaikan Kirani Anjasmara. Dirinya menyampaikan bahwa permainan, baik board game modern maupun permainan tradisional, adalah media untuk melatih strategi, komunikasi, berpikir kritis, serta menyimpan kearifan lokal yang perlu terus dijaga.

“Melalui festival ini, kami berharap bisa menghidupkan kembali budaya bermain bersama dan menyediakan ruang interaksi yang hangat bagi keluarga.”
Harapan yang sama pun disampaikan Laury Sanjaya, Ketua Yayasan SAB tentang event board game land ini untuk bisa meningkatkan bonding antara orang tua dan anak “Bermain adalah aktivitas mendasar dari setiap anak, ini bisa terdistorsi oleh kemajuan teknologi yg membuatnya asyik sendiri. Dengan Board Game Land, anak akan didekatkan dengan dunia nyata yg dapat melibatkan emosi dan interaksi antar sesama teman serta meningkatkan ikatan/bonding antara anak dengan orang tuanya yg mendampinginya pada saat sedang menikmati permainan Boardgame Land “.






