SOROT JABAR – Forum diskusi kelompok terarah (FGD) terkait usulan penamaan Jalan Dada Rosada pada akses menuju Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) digelar di Kota Bandung, Minggu (26/4/2026). Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka yang melibatkan berbagai elemen, mulai dari akademisi, tokoh masyarakat, hingga perwakilan Bobotoh.
FGD ini diprakarsai oleh Umar Komarudin dan menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Noe Firman Rachmat, Agus Salim Salide, Andri Gunawan, serta Dedi S.A.B.. Turut hadir pula Ujang Safaat, Nevy Efendi, Cuncun Suherman, dan Deden Basari yang aktif memberikan pandangan dalam diskusi.
Dalam forum tersebut, anggota DPRD Kota Bandung, Andri Gunawan, menyampaikan bahwa setiap pemimpin tidak terlepas dari kesalahan sebagai bagian dari sisi kemanusiaan. Ia menilai, hal tersebut tidak mengurangi kontribusi seorang pemimpin dalam pembangunan.

“Semua pemimpin pernah melakukan kesalahan. Itu justru menunjukkan bahwa kita manusia, bukan malaikat. Dalam konteks ini, kontribusi Pak Dada Rosada tetap layak dihargai,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya pemberian identitas pada ruas jalan yang hingga kini belum memiliki nama, khususnya di kawasan Gedebage. Menurutnya, penamaan jalan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga memiliki nilai historis dan filosofis bagi masyarakat.
“Penamaan jalan ini menjadi penting agar memiliki identitas yang jelas. Pak Dada memiliki rekam jejak yang cukup untuk diberikan penghormatan melalui penamaan jalan,” tambahnya.






