SEMA FIB Widyatama Angkat Isu Bahasa Isyarat dan Identitas Komunitas Tuli

SOROT JABAR – Senat Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (SEMA FIB) Universitas Widyatama menggelar talkshow bertajuk “Seeing Language, Hearing Meaning: Sign Language and Inclusion” di Ruang Tangkuban Parahu, Universitas Widyatama, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung secara luring sejak pukul 07.00 hingga 13.10 WIB ini mengangkat tema bahasa isyarat dengan tagline “More than Silence, Beyond the Speech”. Talkshow ini bertujuan meningkatkan pemahaman akademik mengenai bahasa isyarat sebagai bahasa alami dalam kajian linguistik sekaligus mendorong terciptanya lingkungan kampus yang lebih inklusif.

Acara menghadirkan Asri Anggraeni Putri sebagai narasumber utama. Dalam sesi pemaparannya, Asri membahas pentingnya bahasa isyarat dalam komunikasi, identitas komunitas Tuli, serta peran bahasa dalam membangun keadilan linguistik.

Kegiatan ini dirancang dalam format talkshow interaktif. Peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga terlibat aktif dalam diskusi dan sesi tanya jawab dengan narasumber.

Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari Ketua Pelaksana, Ketua SEMA FIB, Ketua BEM, Ketua Program Studi Bahasa Inggris, Ketua Program Studi Bahasa Jepang, Dekan Fakultas Ilmu Budaya, hingga Kepala Biro Kemahasiswaan Universitas Widyatama.

Panitia menyampaikan, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran sekaligus refleksi bagi mahasiswa mengenai pentingnya bahasa isyarat dalam kehidupan sosial dan akademik. “Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran akan inklusivitas dan mendorong terciptanya lingkungan yang lebih terbuka, setara, serta menghargai keberagaman bahasa dan identitas,” ujar panitia.

Selain memperkaya wawasan akademik, talkshow ini juga menjadi wadah bagi peserta untuk membangun relasi dengan individu yang memiliki perhatian terhadap isu inklusi dan keberagaman.

(Red/SEMA FIB Widyatama)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *