Dijanjikan Kerja di Restoran Laos, Pemuda Sukabumi Mengaku Terjebak Sindikat Judi Online

“Saya sempat dikurung selama 25 hari di gudang. Dari gaji yang dijanjikan 600 dolar AS, saya hanya menerima sekitar 200 dolar AS karena dipotong berbagai denda dan kasbon,” ujarnya.

Situasi berubah pada Januari 2026 ketika kantor tempat Dadan bekerja digerebek oleh otoritas setempat. Saat para petinggi perusahaan melarikan diri, Dadan bersama sejumlah pekerja lainnya berupaya menyelamatkan diri dan mendatangi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).

Meski berhasil keluar dari tempat kerja tersebut, persoalan belum selesai. Dadan mengaku tidak memiliki cukup uang untuk membeli tiket pulang ke Indonesia karena berbulan-bulan tidak menerima gaji.

Saat ini, ia berada di penampungan Pochentong, Phnom Penh, Kamboja. Kondisi keuangan yang terbatas serta ketidakmampuan keluarga untuk membantu membuatnya belum dapat kembali ke kampung halaman.

“Sekarang saya di penampungan Pochentong, kota Phnom Penh. Saya kesulitan pulang karena tidak ada biaya sama sekali, dan dari keluarga juga tidak ada yang bisa membantu,” kata Dadan.

Dadan berharap pemerintah, mulai dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi, pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat, dapat memberikan perhatian dan membantu proses kepulangannya ke Indonesia agar ia bisa kembali berkumpul dengan keluarga di kampung halaman.

(Red/sukabumiupdate.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *