Indonesian Student Research Competition 2026 Wadah Kompetitif Kualitas Riset yang Unggul dan Kreatif

Sementara itu, Ketua Umum Indonesia Scientific Society, Iwan Budiman, S.Si., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pelajar serta guru pembimbing yang telah berpartisipasi. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata ISS dalam memajukan dunia pendidikan di Indonesia, khususnya dalam pengembangan riset di kalangan pelajar.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari presentasi penelitian, sesi penilaian oleh dewan juri, hingga diskusi ilmiah yang memperkaya wawasan peserta. Antusiasme dan semangat kompetisi yang tinggi terlihat dari seluruh peserta yang berusaha menampilkan hasil terbaik mereka.

Dengan terselenggaranya ISRC 2026, diharapkan lahir generasi muda Indonesia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjadi inovator masa depan yang siap menghadapi tantangan global melalui riset dan teknologi.

Dalam Student Research Competition (ISRC) 2026 yang menampilkan tiga bidang lomba diantaranya:

  1. Bidang Sains dan Aplikasinya yang dimenangkan oleh Abigail Tanaya Suhadi, Giovanni Angie Tanaya, Gracianna Jacqueline Suwignyo dan Kyla Letitia Norman dari SMP Bina Nusantara Semarang.
  2. Bidang Humaniora dan Sosial dimenangkan oleh Afrina Izz Zayani, Mas Sa’id Bin Dwi Winarto dan Nuraida Munawwarah dari Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK).
  3. Bidang Teknik dan Teknologi dimenangkan oleh Fathin Hakim Wahyudianto, Kyandra Arsya Rabbani, Nurarfaeyza Bagus Wicaksono dan Nurina Dina Hanifiyah dari Nassa School.

Indonesia Student Research Competition (ISRC) 2026 menghadirkan juri sebagai penilai di bidang lomba, diantaranya:

  • Prof. Dr. H.Chaerul Rochman, M.Pd., CiQaR.
    Guru besar pendidikan Fisika UIN Sunan Gunung Djati Bandung/staff ahli ISS.
  • Prof. Hendra Gunawan, Ph.D.
    Guru besar Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam FMIPA ITB.
  • Prof. Dr. Rajesri Govindaraju, S.T., M.T.
    Ketua kelompok riset sistem informasi dan pengambilan keputusan, Fakultas Teknologi Industri ITB.
  • Prof. Fenny M. Dwifany, PhD.
    Guru besar Biologi Molekuler ITB.
  • Assoc Prof. Dr. Arie Hardian, S.Si., M. Si
    Lektor kepala di Universitas Jenderal Achmad Yani.
  • Reza Setiawan, S.Si., M.T.
    Direktur SEAMEO QITEP In Science.

(Dadan Sambas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *