Alfan menjelaskan, terbentuknya kembali formasi tersebut bukan karena adanya persoalan dalam band sebelumnya, melainkan berawal dari pertemuan untuk kembali menjalin silaturahmi. “Awal formasi bertiga itu karena bukan dipecat, tapi lebih ke silaturahmi kembali. Ngopi-ngopi, lalu ngajak untuk project Eril tersebut karena satu dan lain hal,” ujar Alfan.
Pada 2022, Louisane dipercaya untuk membuat single tribute bagi mendiang Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril, putra Ridwan Kamil dan Atalia Praratya. Proyek tersebut menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan Louisane hingga kemudian terus melahirkan karya-karya musik berikutnya.
Setelah proyek tribute tersebut, Louisane juga melanjutkan produksi sejumlah single dan video musik. Salah satunya diwujudkan melalui karya “Ril” yang melibatkan Atalia Praratya bersama Louisane dalam proses pembuatan video musiknya.

Perjalanan Louisane juga diwarnai dengan prestasi di ajang festival band. Grup tersebut tercatat pernah meraih juara pertama dan juara kedua dalam kompetisi festival band.
Sementara itu, “Kau Cahaya” memiliki cerita tersendiri dalam proses pembuatannya. Lagu tersebut bermula ketika Ridwan Kamil menghubungi Alfan untuk mengolah lirik yang telah ditulisnya menjadi sebuah karya musik.
Alfan mengungkapkan, lirik awal yang diberikan Ridwan Kamil memiliki jumlah yang cukup panjang. Proses pengolahan kemudian dilakukan melalui beberapa kali revisi hingga akhirnya lirik tersebut dipadatkan dan menemukan bentuk yang sesuai untuk lagu. “Ketika lirik beliau panjang, lalu dipersempit sampai lima kali revisi. Pas reff-nya sudah masuk, sampai akhirnya Deri yang nyanyi,” jelas Alfan.






