Pemkot Bandung Tambah Rombel SMP, Alokasikan Rp125 Miliar untuk Infrastruktur Pendidikan

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih fleksibel dalam memilih sekolah saat proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) berlangsung.

“Kami harapkan masyarakat tidak hanya terfokus pada satu sekolah saja, tetapi bisa mempertimbangkan beberapa pilihan agar distribusi siswa lebih merata,” katanya.

Farhan menambahkan, mulai tahun ini seluruh sekolah negeri tingkat SD dan SMP di Bandung hanya diperbolehkan menerapkan maksimal dua shift pembelajaran. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari regulasi pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, yang memberikan masa transisi hingga 2028.

“Sekarang tidak boleh lagi tiga shift. Ini menjadi tantangan bagi kami karena harus menyesuaikan dengan kapasitas ruang kelas yang ada,” ujarnya.

Kebijakan penambahan rombel dan pembangunan infrastruktur ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus memastikan seluruh siswa mendapatkan akses belajar yang layak dan merata.

(Red/Diskominfo Kota Bandung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *