SOROT JABAR – Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Cimahi menggelar Talkshow Kesehatan Mental Guru dan Siswa di Gedung Aula Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Provinsi Jawa Barat, Kamis (6/8/2026). Kegiatan ini menjadi wadah edukasi bagi para pendidik dalam memahami sekaligus menghadapi berbagai tantangan psikologis dan sosial yang muncul di lingkungan sekolah.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Provinsi Jawa Barat Asep Yudi Mulyadi, S.STP., M.A.P., Kepala Bidang GTK Kota Cimahi Sofwan Kurniawan, S.S., M.Pd., Ketua PGRI Kota Cimahi Juli Suprijadi, S.Pd., M.M., beserta jajaran pengurus. Peserta kegiatan terdiri dari kepala sekolah TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK se-Kota Cimahi.
Narasumber pertama, Dr. Siti Fatimah, S.Psi., M.Pd., dosen sekaligus peneliti dari IKIP Siliwangi, membahas fenomena burnout emosional yang dapat dialami guru serta stres akademik pada siswa. Ia menekankan pentingnya membangun budaya sekolah yang peduli melalui pendekatan Cognitive Behavior Therapy (CBT), termasuk dengan menerapkan teknik cognitive reframing untuk membantu mengubah pola pikir negatif menjadi lebih adaptif dalam menghadapi dinamika di kelas.

Sementara itu, Psikolog Klinis Intan Mustika, S.Psi., M.Psi., membawakan materi bertajuk “Menjaga Diri, Menjaga Siswa”. Ia menjelaskan konsep emotional contagion, yakni kondisi ketika emosi guru dapat memengaruhi siswa secara tidak sadar. Untuk membantu guru mengelola kondisi tersebut, Intan memperkenalkan Formula Praktis “JAGA”, yaitu Jeda sebelum beraksi, Amati diri dan siswa, Gunakan komunikasi aman, serta Ajak bantuan ketika diperlukan.
Perspektif medis turut diberikan dr. Dian Octorina dari Puskesmas Padasuka Cimahi melalui pengenalan Program Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP). Ia memperkenalkan prinsip 3M, yakni Memperhatikan (Look), Mendengarkan (Listen), dan Menghubungkan (Link), sebagai bentuk pertolongan dasar sebelum seseorang mendapatkan penanganan atau konseling profesional.

Menurut dr. Dian, P3LP berbeda dengan trauma healing karena lebih diarahkan sebagai upaya penanganan cepat dan sesaat setelah seseorang menghadapi situasi krisis. Pemahaman tersebut diharapkan dapat membantu para pendidik mengambil langkah awal yang tepat ketika menemukan siswa maupun rekan kerja yang membutuhkan dukungan psikologis.
Melalui kegiatan ini, PGRI Kota Cimahi mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga memperhatikan kesehatan mental guru dan siswa. Kolaborasi antara tenaga pendidik, psikolog, tenaga kesehatan, serta pemangku kepentingan pendidikan diharapkan dapat memperkuat ketahanan mental warga sekolah dan menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih sehat, aman, dan mendukung perkembangan peserta didik.
(Red/Dadan Sambas)






