Farhan juga meminta petugas marshal di sepanjang rute mengutamakan komunikasi dan kesabaran dalam menghadapi pengguna jalan yang terdampak rekayasa lalu lintas.
Pengamanan akan dilakukan secara bersama-sama oleh panitia, Kepolisian, TNI, Dishub, dan Satpol PP. Pemkot Bandung juga menyampaikan apresiasi kepada unsur Forkopimda, khususnya Polrestabes Bandung, yang turut mengawal persiapan kegiatan.
Selain jalur lari, titik cheering point juga menjadi perhatian. Pemkot Bandung bersama Satpol PP akan melakukan penyisiran untuk memastikan aktivitas komunitas dan pendukung di lokasi tersebut tetap sesuai ketentuan.
“Kita akan melakukan penyisiran terutama di titik yang disebut dengan cheering point, di mana komunitas dipersilakan memberikan semangat. Itu akan kita jaga satu-satu. Tidak boleh ada pelanggaran,” kata Farhan.
Persoalan kebersihan juga masuk dalam pengawasan penyelenggaraan. Panitia menyiapkan Project Eco Blue yang akan mengumpulkan sampah plastik selama kegiatan untuk kemudian diproses dan didaur ulang.

Farhan meminta peserta dan panitia ikut menjaga kebersihan sepanjang rute. “Kalau masalah sampah kita sama-sama galak. Kita mesti lakukan sweeping sehingga semua sampah plastik nanti akan ditarik oleh Project Eco Blue, di-recycle,” ujarnya.
Menurut Farhan, kegiatan lari berskala besar memiliki dampak yang lebih luas dari sekadar penyelenggaraan olahraga. Selain aktivitas ekonomi dan pariwisata, event tersebut dinilai dapat mendorong masyarakat menerapkan pola hidup lebih aktif.
“Lari bukan sekadar olahraga. Event-event lari ini di level dunia sampai level nasional menunjukkan kontribusi yang luar biasa. Tidak hanya kontribusi ekonomi, tetapi juga kontribusi kebiasaan hidup sehat bagi masyarakat,” katanya.
Untuk mendukung mobilitas selama kegiatan, enam lokasi parkir disiapkan, yakni Parkir BIP, area parkir Kantor Dinas Sumber Daya Air Provinsi di Jalan Wastukencana, Parkiran Masjid Al Ukhuwah, area Dinas Kelautan di Jalan Wastukencana, BJB Syariah Jalan Wastukencana, serta Parkiran Dinas Sumber Daya Manusia di Jalan Nias.
Pemkot Bandung mengimbau masyarakat yang beraktivitas pada 19-20 September 2026 untuk memperhatikan informasi rekayasa lalu lintas dan menyesuaikan waktu perjalanan, khususnya pada dini hari hingga pagi hari.
“Keseimbangannya mesti dijaga, karena setiap penggunaan jalan bersama pasti menimbulkan ketidaknyamanan,” tutur Farhan.
(Red/Diskominfo Kota Bandung)






