“Untuk pengolahan sampah, kami melakukan magotisasi. Hasilnya kami coba suplai ke kolam-kolam yang ada di wilayah sekitar. Jadi, sampah organiknya sudah mulai kami kelola,” katanya.
Selain membenahi pasar tradisional, pengelola menghadirkan Cijerah Food Market yang diluncurkan pada 17 Oktober 2026. Area kuliner ini dirancang untuk menghidupkan aktivitas ekonomi di luar jam perdagangan pasar sekaligus membuka peluang usaha bagi pelaku kuliner.
Pengunjung dapat menemukan berbagai pilihan makanan tradisional dan kopi di kawasan tersebut. Pengelola juga masih membuka kesempatan bagi calon tenant yang ingin bergabung dan mengembangkan usaha.
Denny berharap kehadiran Cijerah Food Market dapat membangun ekosistem ekonomi yang saling mendukung antara pedagang pasar tradisional dan pelaku usaha kuliner.

“Kami mencoba melakukan aktivasi untuk mendorong ekonomi atau ekosistem yang ada di Pasar Cijerah ini. Harapannya, pengunjung yang datang ke food market juga bisa berbelanja di pasar tradisional, sehingga seluruh ekosistemnya berjalan dan roda ekonomi tetap berputar dengan baik,” tuturnya.
Pasar tradisional mulai beroperasi sejak pukul 03.00 WIB, terutama untuk area basah, hingga sekitar pukul 18.00 WIB. Sementara itu, Cijerah Food Market buka hingga pukul 21.00 WIB pada hari kerja dan pukul 22.00 WIB pada akhir pekan.
Untuk menarik minat masyarakat, pengelola turut menggelar berbagai kegiatan, seperti pertunjukan musik langsung dan nonton bareng pertandingan sepak bola.
Saat ini, Pasar Cijerah Cerah menaungi sekitar 190 pedagang dari berbagai komoditas. Perubahan kondisi pasar pun dirasakan oleh para pedagang yang telah bertahun-tahun mencari nafkah di lokasi tersebut.





