Workshop MGMP KIK Jabar Perkuat Sinergi Sekolah dan Industri

Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya memahami konsep, tetapi juga mengaplikasikannya. Hal ini membutuhkan kerja sama erat antara guru KIK dan guru produktif. Guru KIK diharapkan dapat berperan sebagai penggerak utama dalam pemasaran produk Teaching Factory, sehingga kolaborasi tidak hanya terjadi antara sekolah dan industri, tetapi juga antar guru serta perguruan tinggi.

Solusi yang ditawarkan adalah membangun kolaborasi nyata dengan melibatkan seluruh elemen pendidikan guna menciptakan ekosistem pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan industri — sejalan dengan semangat PT Chlorine Digital Media yang creative, fun, dan awesome.

Sesi berikutnya menghadirkan Hasti Pramesti Kusnara, Ketua Kaprodi Bisnis Digital Universitas Al Masoem, yang menyampaikan bahwa pembelajaran KIK saat ini semakin relevan dengan perkembangan zaman. Banyak siswa SMK telah terjun menjadi afiliator maupun konten kreator, sehingga potensi tersebut perlu diarahkan agar lebih profesional dan memiliki daya saing tinggi.

Universitas Al Masoem pun menawarkan peluang kerja sama pendidikan dengan mengajak lulusan SMK untuk melanjutkan studi di Program Bisnis Digital. Langkah ini diharapkan dapat membantu siswa memperdalam pengetahuan sekaligus mengasah keterampilan di bidang digital.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan era digital adalah semakin banyak individu terjun ke dunia pemasaran tanpa bekal ilmu yang memadai. Karena itu, siswa perlu terus belajar dan mengembangkan kompetensi agar mampu bersaing serta meraih kesuksesan di industri digital.

Setelah seluruh sesi materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembahasan mengenai arah pembelajaran KIK ke depan, dilengkapi dengan simpulan dan rekomendasi sebagai bahan evaluasi serta pengembangan program selanjutnya. Workshop kemudian ditutup secara resmi dan diakhiri dengan doa penutup.

Melalui workshop ini, diharapkan para guru KIK dapat semakin siap menghadapi tantangan pendidikan vokasi sekaligus mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara sekolah, industri, dan perguruan tinggi dalam mencetak generasi SMK yang kreatif, inovatif, dan siap bersaing di masa depan.

 

(Dadan Sambas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *