SOROT JABAR – Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Barat mencatatkan penyerapan gabah dan beras petani sebanyak 665.757 ton hingga Oktober 2026. Jumlah tersebut setara dengan 96 persen dari target pengadaan tahun ini, seiring capaian pengadaan beras Bulog secara nasional yang menembus lebih dari 4 juta ton dan mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Barat, Nurman Susilo, mengatakan penyerapan di sejumlah sentra produksi di Jawa Barat turut menopang realisasi pengadaan nasional. Hingga 8 Oktober 2026, pengadaan beras Bulog secara nasional mencapai 4.115.014 ton atau 102,88 persen dari target pemerintah sebesar 4 juta ton.
Menurut Nurman, penyerapan gabah petani terus dilakukan untuk memberikan kepastian pasar bagi hasil panen sekaligus memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Bulog Jabar juga akan melanjutkan upaya penyerapan melalui kerja sama dengan berbagai pihak guna mendukung ketahanan pangan nasional.
“Realisasi target setara beras di Bulog Jabar sudah mencapai 665,757 ribu ton atau 96 persen dari target tahun 2026,” ujar Nurman dalam keterangannya di Bandung, Jumat.
Capaian nasional tersebut melampaui rekor pengadaan sebelumnya. Pada 2012, pengadaan Bulog tercatat sebesar 3,65 juta ton, sedangkan pada 2025 mencapai 3,19 juta ton.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyebut keberhasilan melampaui target 4 juta ton sebelum akhir 2026 tidak terlepas dari kolaborasi Bulog dengan kementerian, TNI, pemerintah daerah, serta petani di berbagai wilayah Indonesia.
Ia mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja petugas Bulog yang terlibat langsung dalam proses penyerapan hasil panen. Upaya itu dilakukan untuk memastikan gabah dan beras petani terserap sekaligus menjaga ketersediaan stok pangan pemerintah.
Rizal menambahkan, rekor pengadaan nasional tersebut menjadi modal untuk memperkuat cadangan pangan hingga akhir tahun. Ketersediaan stok diharapkan dapat mendukung program stabilisasi harga serta penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat.
Dengan realisasi yang telah melampaui target nasional, Bulog melanjutkan penyerapan hasil panen petani, termasuk di Jawa Barat, untuk menjaga ketahanan cadangan beras pemerintah dan mendukung pelaksanaan program pangan hingga penghujung 2026.
(Red/ANTARA)






