Desa Hantu Cicadas Kembali Hadir, Padukan Wisata Horor dan Pemberdayaan UMKM

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari warga RT 05 RW 06, Karang Taruna, komunitas, hingga pelaku UMKM. Kolaborasi tersebut membuat Desa Hantu terus berkembang dari tahun ke tahun.

Ketua Panitia Desa Hantu 2026, Adi, mengatakan konsep tersebut sengaja dibuat berbeda dari wisata horor pada umumnya dengan melibatkan masyarakat dalam keseluruhan penyelenggaraan.

“Awalnya kami hanya berkumpul untuk mencari dana kegiatan Agustusan. Karena sudah banyak konsep rumah hantu, kami akhirnya membuat konsep Desa Hantu yang melibatkan seluruh warga. Alhamdulillah, setiap tahun kegiatan ini terus berkembang, dari satu gang menjadi tiga gang, dan UMKM yang terlibat juga semakin banyak,” tutur Adi.

Antusiasme masyarakat terhadap Desa Hantu juga disebut terus mengalami peningkatan. Pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari Kota Bandung, tetapi juga dari luar daerah. Dengan tiket masuk yang terjangkau, kegiatan ini dapat dinikmati oleh berbagai kalangan sekaligus memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Ketua RW 06, Ramli, berharap Desa Hantu dapat terus berkembang dan menjadi salah satu ikon kreativitas masyarakat Kelurahan Cicadas. Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang regenerasi bagi generasi muda untuk terus melahirkan inovasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *