“Kami berharap Desa Hantu ini tetap menjadi pelopor di Kelurahan Cicadas. Keunikannya adalah seluruh konsep dipusatkan dalam satu kawasan dengan nuansa pedesaan. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan dapat diregenerasikan kepada generasi muda agar inovasi seperti ini tidak berhenti di kami saja,” kata Ramli.
Sementara itu, Ketua RT 05, Aang, mengungkapkan peningkatan jumlah pengunjung setiap tahunnya turut memberikan dampak terhadap perekonomian warga. Menurutnya, Desa Hantu kini mampu menarik ratusan pengunjung setiap hari.
“Alhamdulillah, dari tahun ke tahun jumlah pengunjung terus meningkat, sekitar 400 sampai 500 orang per hari. Dampaknya terasa bagi warga, bahkan kegiatan ini sudah beberapa kali dikunjungi anggota DPRD dan kini ada rencana kolaborasi dengan Saung Angklung Udjo,” ungkap Aang.

Melalui semangat gotong royong dan kreativitas masyarakat, Desa Hantu Cicadas diharapkan dapat terus berkembang sebagai destinasi wisata berbasis komunitas. Kegiatan ini tidak hanya menawarkan pengalaman hiburan yang unik, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan masyarakat dan pelaku UMKM sekaligus memperkuat kebersamaan warga.
Desa Hantu menjadi salah satu contoh bagaimana kreativitas yang tumbuh dari lingkungan masyarakat dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata yang unik sekaligus memberikan manfaat nyata bagi perekonomian warga Kota Bandung.
(Red/Diskominfo Kota Bandung)






