SOROT JABAR – Pergantian Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah menjadi momentum reflektif bagi banyak umat Muslim. Bagi Wakil Wali Kota Bandung, H. Erwin, momen ini tidak semestinya dimaknai hanya sebagai pergantian kalender, tetapi sebagai waktu untuk melakukan evaluasi diri dan memperbaiki kualitas kehidupan, Jumat (19/06/2026).
Saat ditemui usai menghadiri Peringatan Tahun Baru Islam yang digelar RP ABI bersama Yayasan Mahayuda, Erwin mengatakan bahwa Tahun Baru Islam mengandung dua makna penting, yakni hijrah dan muhasabah.
“Hijrah itu bukan hanya berpindah tempat, tetapi bagaimana kita berpindah menjadi pribadi yang lebih baik. Kemudian muhasabah, yaitu mengevaluasi diri atas apa yang sudah kita lakukan selama setahun ke belakang. Pertanyaannya sederhana, apakah hari ini kita lebih baik daripada tahun kemarin?” ujarnya.
Menurut Erwin, proses muhasabah dapat dilakukan dengan introspeksi diri, memperbanyak taubat, serta menyusun rencana hidup yang lebih terarah. Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya diukur dari capaian pribadi, tetapi juga dari sejauh mana ia mampu memberikan manfaat bagi orang lain.
“Sebagus apa pun pencapaian kita, akan lebih bermakna kalau kehadiran kita juga memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” katanya.






