Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Mahayuda, Umar Komarudin, menilai peringatan Tahun Baru Islam perlu dijadikan ruang bersama untuk kembali menyadari bahwa perjalanan hidup manusia masih panjang dan selalu membutuhkan perbaikan.
“Kadang kita merasa sudah cukup baik, padahal kalau tidak pernah berhenti mengevaluasi diri, kita tidak akan tahu di mana kekurangan kita. Momentum 1 Muharram mengajarkan kita untuk kembali melihat diri sendiri dan memperbaikinya,” ujar Umar.
Ia menambahkan, kegiatan reflektif seperti ini penting untuk terus dihidupkan di tengah kehidupan masyarakat yang semakin dinamis dan kompleks. Menurutnya, kekuatan sebuah komunitas tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan atau perkembangan organisasi, tetapi juga dari kemampuannya menjaga nilai-nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan kesadaran moral.
“Jangan sampai kita sibuk bergerak ke sana ke mari, tetapi kehilangan arah dan lupa mengevaluasi diri. Karena perubahan besar selalu berawal dari kesadaran untuk memperbaiki hal-hal kecil dalam diri kita sendiri,” tuturnya.
Melalui peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, baik Erwin maupun Umar berharap masyarakat dapat menjadikan momen ini sebagai titik awal untuk menata kembali kehidupan yang lebih baik, lebih terarah, dan lebih bermanfaat bagi sesama.
(Red)






