“Madrasah Diniyah Takmiliyah berperan sangat penting dalam membangun karakter bangsa. Madrasah Diniyah Takmiliyah sebagai lembaga pendidikan keagamaan Islam diharapkan mampu untuk mempertahankan eksistensinya di tengah kemajemukan dan kemajuan budaya,” tutur Baban Fauzi.
Ia mengatakan penguatan peran tersebut membutuhkan sinergi antarlembaga Madrasah Diniyah Takmiliyah. Salah satu bentuknya dilakukan melalui kegiatan yang mempertemukan santri dari berbagai madrasah dalam suasana kompetitif sekaligus kekeluargaan.
Baban menjelaskan PORSADIN juga menjadi wadah silaturahmi dan pembinaan santri Diniyah Takmiliyah. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara berkala dua tahun sekali dengan tujuan menggali potensi minat dan bakat santri melalui tahapan yang berjenjang.

Selain mencari potensi santri di bidang olahraga, seni dan keagamaan, PORSADIN juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antarwarga Diniyah Takmiliyah.
“Pekan Olahraga dan Seni antar Diniyah (PORSADIN) merupakan ajang silaturahim dan pembinaan santri Diniyah Takmiliyah yang ada di Indonesia,” ujarnya.






