“Perbaikan, pemeliharaan, termasuk pembersihan sampah dan sedimentasi kita lakukan setiap hari,” ungkapnya.
Meski berbagai upaya telah dilakukan, Rizki mengakui, sampah dan sedimentasi masih menjadi tantangan terbesar dalam penanganan drainase di Kota Bandung.
Tingginya volume sampah yang masuk ke saluran air kerap menyebabkan penyumbatan, terutama saat hujan deras.
“Kita akui, saat ini memang terlalu banyak sampah dan sedimentasi di saluran drainase, dan itu cukup menyulitkan,” katanya.
Ia mencontohkan, tidak jarang saluran yang telah dibersihkan kembali tersumbat dalam waktu singkat.
“Sering kali setelah kita bersihkan, dua hari kemudian sudah penuh lagi oleh sampah,” ujarnya.
Meski demikian, Rizki menegaskan akan terus melakukan upaya pemulihan drainase secara berkelanjutan dengan sumber daya yang tersedia.
Di sisi lain, Rizki juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan.
“Kami mohon dukungan dari warga masyarakat untuk tidak membuang sampah ke saluran. Kalau saluran bersih, aliran air akan lancar dan risiko genangan bisa kita kurangi bersama,” pungkasnya.
(Red/Diskominfo Kota Bandung)






