Direktur Komersial HS, Tessa Arya Pradana, mengatakan semangat yang dibangun HS sejalan dengan karakter masyarakat Bandung yang kreatif dan berani melakukan perubahan. “Bandung sangat relevan dengan spirit ‘Berani Kita Beda’. Karena itu, di setiap kota kami selalu melibatkan local heroes agar mereka memiliki ruang untuk tumbuh dan berkembang,” ujarnya.
Selain melalui musik, HS juga membawa misi sosial dengan membuka kesempatan kerja bagi berbagai kalangan. Saat ini HS mempekerjakan 4.756 karyawan, terdiri atas 3.627 pekerja Sigaret Kretek Tangan (SKT), 1.053 karyawan pabrik, serta 76 pekerja difabel.
Di sektor bisnis, Bandung Raya juga menjadi salah satu pasar strategis bagi HS. Berdasarkan data perusahaan, konsumsi produk HS di wilayah Bandung Raya mencapai sekitar 900 juta batang per bulan pada 2026, meningkat sekitar lima persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Bagi Slank, Bandung memiliki makna tersendiri. Gitaris Ridho mengenang bahwa formasi Slank saat ini untuk pertama kalinya tampil bersama di Bandung pada 1997. “Formasi Slank yang sekarang pertama kali manggung di Bandung. Itu menjadi momen yang sangat kami ingat,” ujar Ridho.
Konser HS Hey Slank Berani Kita Beda Tour Bandung juga menghadirkan Tony Q Rastafara, The Cloves and The Tobacco, The Sleting Down, Afterskema, dan Mahalara sebagai bagian dari rangkaian penampil.
Sebelum konser dimulai, digelar pula riding komunitas motor bersama Slank dan HS yang melintasi sejumlah ikon Kota Bandung. Setelah Bandung, rangkaian HS Hey Slank Berani Kita Beda Tour akan berlanjut ke Jakarta, Cirebon, dan ditutup di Banyuwangi.
(Red)






