Ketua SBNI Soroti Sejumlah Catatan Dalam Implementasi Program Sekolah Maung Jawa Barat

SOROT JABAR – Program Sekolah Maung (Manusia Unggul) Jawa Barat Tahun Ajaran 2026/2027 yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Di tengah tujuan meningkatkan mutu pendidikan, sejumlah catatan disampaikan terkait kesiapan implementasi program tersebut.

Ketua SBNI, Rd. Yadi Suryadi, menilai program peningkatan kualitas pendidikan perlu didukung. Namun, menurutnya, terdapat sejumlah aspek yang perlu menjadi perhatian agar manfaat program dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Jawa Barat.

Salah satu hal yang disorot ialah potensi terjadinya kesenjangan kualitas pendidikan apabila program lebih banyak diterapkan pada sekolah-sekolah yang telah memiliki fasilitas memadai, tenaga pendidik berkualitas, dan prestasi akademik yang baik.

Menurut Yadi, masih terdapat sejumlah sekolah di wilayah selatan Jawa Barat maupun daerah yang menghadapi keterbatasan sarana, prasarana, dan tenaga pendidik. “Apabila kondisi tersebut tidak segera dibenahi, kami khawatir program ini justru memperlebar kesenjangan pendidikan dan menciptakan perbedaan kualitas antar-sekolah,” ujarnya.

Selain itu, Yadi juga menilai pelaksanaan program masih menghadapi sejumlah tantangan teknis, seperti proses penerimaan peserta didik yang dinilai belum sepenuhnya berjalan optimal. Ia menyebut masih adanya kendala sistem pendaftaran, sinkronisasi data, perubahan informasi selama proses berlangsung, serta perlunya sosialisasi yang lebih luas kepada sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat.

Menurutnya, pemerintah juga perlu segera menyiapkan pedoman operasional yang komprehensif mengenai kurikulum, standar pembelajaran, sistem evaluasi, serta mekanisme pengawasan agar implementasi program memiliki arah yang jelas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *