Ijay Irawan Rambah Dunia Bisnis, dari Kedai Kopi hingga Apparel BHNGN

Dari pengalaman tersebut, Ijay kemudian mencoba melangkah lebih jauh dengan membangun brand apparel sendiri bernama BHNGN. Brand ini menjadi wadah baginya untuk menuangkan ide dan kreativitas dalam bentuk produk fesyen yang dikembangkan secara mandiri.

“Awalnya karena bikin merchandise. Sebelum mencoba bikin sendiri lagi, sebetulnya masih ada kolaborasi merchandise dengan brand Localhero, lalu sekarang mencoba membuat apparel BHNGN,” katanya.

Berbeda dengan brand fesyen yang rutin meluncurkan koleksi dalam periode tertentu, BHNGN memilih menghadirkan produk secara terbatas dan tidak memiliki jadwal perilisan yang tetap. Menurut Ijay, konsep tersebut membuat setiap artikel yang dirilis memiliki karakter yang lebih eksklusif.

Ia mengakui, sebagai pelaku UMKM yang masih merintis bisnis, proses produksi dan perilisan produk dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

“Untuk artikel mungkin bisa dibilang eksklusif, soalnya tidak tentu berapa bulan sekali artikel barunya. Maklum, masih UMKM,” tuturnya.

Bagi Ijay, langkah memasuki dunia bisnis bukan berarti meninggalkan dunia musik yang telah menjadi bagian dari perjalanan kreatifnya. Justru, aktivitas tersebut menjadi kesempatan untuk mencoba berbagai bidang baru sekaligus membangun sesuatu yang dapat berkembang secara mandiri.

Melalui Kopi Cik Ah dan BHNGN, Ijay berharap dapat terus belajar mengembangkan bisnis secara bertahap. Ia juga ingin kedua usaha tersebut dapat tumbuh menjadi bagian dari perjalanan kreatifnya. Khusus untuk Kopi Cik Ah, Ijay berharap kedai tersebut dapat menjadi ruang yang nyaman bagi barudak untuk berkumpul, bertemu, dan menjaga silaturahmi, sembari dirinya tetap menjalankan aktivitas sebagai musisi.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *