DLH mencatat ada enam titik utama penumpukan massa yang berkontribusi terhadap tingginya volume sampah. Titik tersebut meliputi kawasan Pendopo, Cikapayang, Jembatan Layang Pasupati, Gedung Sate, Islamic Center (Pusdai), hingga area Graha Persib dan Taman Radio, serta sepanjang Jalan Dago.
Berdasarkan estimasi sementara, volume sampah yang dihasilkan dari satu hari kegiatan konvoi mencapai sekitar tujuh truk. Jumlah ini berpotensi bertambah seiring masih berlangsungnya rangkaian perayaan.
DLH pun menyesuaikan strategi pembersihan dengan kondisi di lapangan. Pembersihan maksimal baru bisa dilakukan setelah kerumunan massa mulai berkurang. “Kami perkirakan massa baru akan beranjak sekitar pukul 15.00 WIB. Setelah itu, baru pembersihan bisa lebih optimal,” katanya.
Darto mengimbau para bobotoh untuk tetap menjaga kebersihan selama merayakan kemenangan tim kebanggaan. Ia menyoroti kebiasaan membuang dan memecahkan botol yang memperparah kondisi sampah. “Silakan merayakan kemenangan, tapi jangan memecahkan botol. Botol utuh saja sudah sulit ditangani, apalagi yang pecah karena harus dipungut satu per satu,” tegasnya.
Ia berharap euforia kemenangan Persib tetap diiringi kesadaran menjaga lingkungan agar Kota Bandung tetap bersih dan nyaman bagi semua warga.
(Red/Diskominfo Kota Bandung)






