FPK Kota Bandung Gelar Sarasehan Pembauran Kebangsaan, Bahas Peran Tokoh Masyarakat

"PR"/Mochamad Iqbal Maulud

SOROT JABAR – Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Bandung menggelar Sarasehan Pembauran Kebangsaan dengan Tokoh Tahun 2026 mengusung tema “Menyongsong 81 Tahun Indonesia Merdeka” dengan subtema “Peran Tokoh Masyarakat dalam Mewujudkan Bandung Utama” di Hotel Grand Asrilia Bandung, Rabu (8/7/2026).

Kegiatan dihadiri Ketua FPK Kota Bandung Dr. Tjatja Kuswara, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bandung Drs. H. Andri Darusman, M.Si., Ketua Umum Yayasan Mahayuda Umar Komarudin, serta menghadirkan tiga narasumber yakni Pimpinan Redaksi Pikiran Rakyat Irwan Natsir, Dosen Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung Dr. Hj. Medina Chodijah, M.Psi., dan KH. Ruslan Abdul Gani, M.Pd. Sarasehan juga diikuti tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, akademisi, serta peserta dari berbagai unsur masyarakat Kota Bandung.

Ketua FPK Kota Bandung, Dr. Tjatja Kuswara, mengatakan pembauran kebangsaan harus terus diperkuat sebagai fondasi membangun Kota Bandung yang harmonis di tengah keberagaman masyarakat.

Atep/RRI

Menurutnya, Kota Bandung masih menghadapi tiga persoalan utama, yakni kemacetan lalu lintas, pengelolaan sampah, dan banjir. Seluruh persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan semua pihak agar dapat diselesaikan secara berkelanjutan. “Permasalahan besar di Kota Bandung ada tiga, yaitu transportasi, sampah, dan banjir. Sekarang Bandung terkesan menjadi kota macet. Hampir tidak ada waktu yang bebas macet, kecuali tengah malam. Selain itu, saat hujan terjadi banjir, sedangkan pada musim kemarau kita harus mewaspadai potensi kebakaran,” ujar Tjatja.

Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan visi Bandung Utama melalui semangat kebersamaan dan gotong royong. “Kami mengajak seluruh warga Kota Bandung untuk bersama-sama mewujudkan Bandung Utama. Bandung harus dibangun oleh masyarakatnya sendiri sehingga benar-benar menjadi kota yang nyaman dan membanggakan bagi warganya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kota Bandung, Drs. H. Andri Darusman, M.Si., menyampaikan bahwa Kota Bandung merupakan miniatur Indonesia yang dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang suku, agama, budaya, dan adat istiadat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *