SOROT JABAR – Meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Bandung dalam beberapa bulan terakhir membawa dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Namun, di balik geliat sektor pariwisata dan kuliner tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dihadapkan pada tantangan meningkatnya inflasi akibat tingginya permintaan bahan pangan.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan inflasi yang terjadi di Kota Bandung saat ini bukan disebabkan oleh berkurangnya ketersediaan stok pangan, melainkan meningkatnya tingkat konsumsi masyarakat seiring melonjaknya kunjungan wisatawan.
“Bandung sejak Desember sampai sekarang jumlah wisatawannya meningkat berlipat-lipat. Alhamdulillah ini menunjukkan ekonomi kita bergerak. Tetapi konsekuensinya adalah permintaan bahan pangan juga meningkat,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Kamis (18/6/2026).
Menurut Farhan, sebagai kota jasa dan perdagangan, Kota Bandung tidak memiliki sumber produksi pangan dalam jumlah besar. Sebagian besar kebutuhan pangan masyarakat dipasok dari daerah lain sehingga keseimbangan antara permintaan dan pasokan menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas harga.
Ia menjelaskan, meningkatnya jumlah wisatawan turut mendorong kenaikan kebutuhan bahan pangan di hotel, restoran, kafe, dan pusat-pusat kuliner. Kondisi tersebut secara langsung memengaruhi harga berbagai komoditas di pasar. “Restoran membeli di pasar yang sama dengan masyarakat. Ketika permintaan meningkat, harga otomatis ikut naik. Dampaknya dirasakan oleh seluruh warga Kota Bandung,” katanya.
Farhan menilai kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah. Di satu sisi, peningkatan kunjungan wisata memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan masyarakat. Namun di sisi lain, pemerintah juga harus memastikan kenaikan permintaan tidak memicu inflasi yang terlalu tinggi.
Karena itu, Pemkot Bandung terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari Kementerian Dalam Negeri, Bank Indonesia, Bulog, hingga pemerintah daerah pemasok komoditas pangan.






