Menurutnya, strategi pengendalian inflasi di Kota Bandung selama ini lebih difokuskan pada kelancaran distribusi dibandingkan intervensi harga. “Kalau di Bandung, kunci pengendalian inflasi adalah suplai dan distribusi. Selama distribusinya lancar, harga relatif bisa dikendalikan,” ungkapnya.
Farhan menyebut sistem distribusi pangan Kota Bandung sejauh ini masih berjalan cukup baik. Pasar Induk Gedebage dan Pasar Induk Caringin menjadi pusat distribusi utama berbagai komoditas pangan yang dipasok dari sedikitnya 16 provinsi di Indonesia. Selain itu, Bulog juga berperan penting dalam menjaga stabilitas pasokan beras, minyak goreng, gula, dan terigu.
Meski demikian, ia mengingatkan adanya faktor lain yang perlu diwaspadai, yakni perubahan iklim. Menurutnya, komoditas sayuran menjadi jenis pangan yang paling rentan terdampak kondisi cuaca ekstrem. “Kalau musim kemarau panjang, produksi sayuran bisa menurun. Itu yang paling saya khawatirkan karena pasokannya bisa langsung berkurang,” ujarnya.
Terkait ketersediaan beras, Farhan memastikan stok secara umum masih dalam kondisi aman karena Bulog memiliki cadangan yang cukup. Namun, ia mengakui persoalan lebih sering terjadi pada kategori beras premium yang memiliki tingkat permintaan paling tinggi di masyarakat. “Secara statistik beras tersedia. Yang sering bermasalah itu beras premium karena permintaannya paling tinggi,” katanya.
Selain faktor permintaan dan cuaca, Farhan juga menyoroti praktik spekulasi yang masih terjadi pada sejumlah komoditas. Menurutnya, tindakan penimbunan barang oleh oknum tertentu dapat memperburuk kondisi pasar dan memicu kenaikan harga. “Kita tidak boleh membiarkan penimbunan terjadi karena itu yang membuat harga semakin tinggi dan merugikan masyarakat,” tegasnya.
Farhan optimistis, melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, distributor, dan masyarakat, Kota Bandung dapat menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga pangan.
“Pariwisata harus terus tumbuh karena menggerakkan ekonomi masyarakat. Tetapi di sisi lain, kita juga harus memastikan kebutuhan pangan tetap tersedia dan harganya terjangkau bagi seluruh warga,” pungkasnya.
(Red/Diskominfo Kota Bandung)






