Kurangi Ketergantungan ke TPA, Bandung Siapkan Ratusan Titik Pengolahan Sampah Baru

Farhan mencontohkan, ada sejumlah lokasi yang secara luasan memenuhi syarat, tetapi dinilai tidak layak karena berada terlalu dekat dengan fasilitas publik seperti sekolah maupun puskesmas.

“Misalnya ada lahan 100 meter persegi tetapi berada tepat di belakang sekolah atau di samping puskesmas, tentu harus dipindahkan,” ujarnya.

Pemkot Bandung menargetkan pada akhir Juli 2026 dapat menetapkan sedikitnya 20 titik pengolahan sampah. Jumlah tersebut terdiri dari 15 titik yang didukung bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan lima titik bantuan dari Mabes TNI AD.

“Mudah-mudahan pada akhir Juli nanti sudah bisa ditetapkan minimal 10 persen yang ditargetkan, yakni 15 titik bantuan provinsi dan lima titik bantuan Mabes TNI AD,” ucap Farhan.

Setiap titik pengolahan sampah tersebut nantinya diproyeksikan memiliki kapasitas pengolahan antara lima hingga 10 ton sampah per hari. Dengan tambahan fasilitas tersebut, Pemkot Bandung menargetkan pengurangan volume sampah mencapai sekitar 125 ton per hari.

“Kapasitas pengolahan di setiap titik berkisar antara lima hingga 10 ton per hari. Dengan demikian target pengurangan sampah mencapai sekitar 125 ton per hari dan diharapkan dapat terealisasi pada Agustus hingga Oktober,” pungkasnya.

Penambahan titik pengolahan sampah ini menjadi salah satu strategi yang ditempuh Pemkot Bandung untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis wilayah sekaligus meningkatkan kapasitas pengurangan sampah dari sumbernya di tengah tantangan penanganan sampah perkotaan yang terus berkembang.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *