Lapas Perempuan Bandung Raih Rekor MURI Lewat Drama Kolosal Ciung Wanara

Pemilihan kisah legenda Sunda Ciung Wanara juga memiliki makna tersendiri. Cerita yang sarat dengan nilai kejujuran, keberanian, keadilan, dan tanggung jawab dinilai selaras dengan nilai-nilai pembinaan yang ditanamkan kepada warga binaan, sekaligus menjadi upaya melestarikan warisan budaya Jawa Barat.

Di balik keberhasilan memecahkan Rekor MURI, terdapat proses panjang yang menumbuhkan disiplin, kekompakan, kreativitas, serta semangat bekerja sama di antara para peserta. Seluruh tahapan latihan menjadi pengalaman berharga yang diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan saat kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Pencapaian tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa lembaga pemasyarakatan tidak hanya menjadi tempat menjalani masa pidana, tetapi juga ruang pembelajaran, pengembangan potensi, serta transformasi diri melalui berbagai program pembinaan yang produktif dan humanis.

Keberhasilan Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung meraih Rekor MURI diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pemasyarakatan lainnya untuk terus menghadirkan program pembinaan yang inovatif, kreatif, dan berdampak nyata dalam membentuk warga binaan yang lebih mandiri, berdaya saing, serta siap kembali menjadi bagian dari masyarakat.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *