“Ada kalanya kita ingin berhenti, tapi keadaan memaksa untuk tetap melangkah. Aku rasa ini sangat relate dengan banyak orang, terutama generasi muda yang sering berkata ‘mager… tapi hidup harus lanjut’,” tuturnya.
Ramuan karakter vokal lembut Lindee yang berpadu dengan flow rap cepat milik Kawizz di lagu ini, sukses menciptakan chemistry yang segar dan menyenangkan untuk didengar. Ditambah produksi musik dari Pace Kribo yang kaya dengan nuansa timur modern, lagu ini memiliki identitas kuat dan berbeda dari hiphop ringan lainnya.
Lewat single kolabrasi ini, Albert Kenchen sebagai pencipta lagu mengaku ingin menghadirkan karya yang sederhana tapi kuat dan diharapkan mampu memperluas jangkauan pendengar Lindee Cremona sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu talenta muda yang konsisten menghadirkan karya relevan dengan kehidupan sehari-hari.
“Lagu ‘Malas Tapi Terpaksa’ adalah refleksi dari kehidupan sehari-hari, tentang rasa lelah, tekanan hidup, dan perjuangan diam-diam untuk tetap bertahan,” ujarnya.
Dengan lirik yang simpel, hook yang mudah diingat, serta vibe yang asik untuk didengar kapan saja, single “Malas Tapi Terpaksa” siap menjadi anthem baru bagi generasi muda. Lagu ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga pengingat bahwa meski rasa malas sering datang, hidup tetap harus dijalani.
Saat ini, single “Malas Tapi Terpaksa” milik Lindee Cremona dan Kawizz sudah tersedia di berbagai platform pemutar musik digital.
(Red/Reallist Management)






