Ia menegaskan, santri harus mampu tampil sebagai bagian dari solusi dan peradaban global tanpa kehilangan identitas keislaman dan nilai-nilai budaya bangsa. “Santri tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perkembangan dunia, tetapi harus hadir sebagai bagian dari solusi dan peradaban global,” katanya.
Keikutsertaan Ihsan dalam forum internasional ini mendapat dukungan dari berbagai pihak. Sponsor utama keberangkatan diberikan oleh PT. IAS Property Indonesia di bawah arahan Plt. Direktur Utama Imron Qodari.

Dukungan juga datang dari Pondok Pesantren Al-Kautsar Cipaku, IAI Al-Azhary Cianjur, Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Cianjur, Baznas Provinsi Jawa Barat, Baznas Kabupaten Cianjur, Pemerintah Kabupaten Cianjur, Kementerian Agama Kabupaten Cianjur, Manajemen Gusmus Raksa Jasad, Cianjur Independen Society, serta sejumlah donatur lainnya.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa pesantren mampu melahirkan generasi santri yang siap berkolaborasi di kancah global tanpa kehilangan identitas keislaman dan nilai-nilai kepesantrenan Indonesia.
(Red)






