Menurut Suherlan, sejak tahun kedua pelaksanaannya, kegiatan ini mulai dikembangkan menjadi program kolaboratif yang melibatkan berbagai mata pelajaran, di antaranya Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Kewarganegaraan, dan Sejarah.
“Melalui kegiatan ini, siswa membuktikan bahwa mereka tidak hanya memiliki kompetensi di bidang kejuruan, tetapi juga mampu menampilkan karya sastra secara optimal. Harapannya, kemampuan dalam bidang puisi, drama, komunikasi, dan seni pertunjukan dapat menjadi bekal tambahan yang bermanfaat bagi masa depan mereka,” tambahnya.
Ia juga berharap Pagelaran Sastra Kolaboratif dapat terus menjadi agenda rutin sekolah yang didukung oleh kolaborasi guru mata pelajaran normatif maupun produktif.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 5 Bandung, Widayati, S.Pd., M.M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata pembelajaran kolaboratif yang melibatkan lima mata pelajaran sekaligus.
“Melalui kegiatan ini kita dapat melihat bagaimana siswa bekerja sama, berkolaborasi, dan saling mendukung dalam menghasilkan sebuah karya. Proses yang mereka lalui tidak hanya melatih kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan komunikasi, kerja tim, kreativitas, dan rasa tanggung jawab,” jelas Widayati.






