Ia menambahkan, seluruh anggota, baik yang berada di Indonesia maupun di luar negeri, memiliki tanggung jawab untuk menjaga solidaritas dan kehormatan organisasi. Ia juga menekankan pentingnya mempertahankan akar sejarah sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Kita harus tetap berpegang teguh pada akar sejarah dan nilai-nilai adat yang telah diwariskan sejak 13 Juni 1988. Namun, pada saat yang sama, kita juga harus mampu berkembang, beradaptasi, serta menghadirkan karya nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Menurut Paman Eeng, kekuatan organisasi tidak bertumpu pada satu orang, melainkan pada komitmen seluruh anggota dalam menjaga nilai-nilai persaudaraan. Ia berharap kepemimpinan periode 2026–2030 dapat dijalankan dengan dukungan dan partisipasi seluruh keluarga besar Bikers Brotherhood MC.

“Pemimpin bisa datang dan pergi, generasi akan terus berganti, tetapi kehormatan dan persaudaraan harus tetap abadi. Karena Brotherhood bukan sekadar identitas yang kita kenakan, melainkan nilai yang harus kita jaga sepanjang kehidupan,” ungkapnya.
Setelah rangkaian Musyawarah Adat dan prosesi pelantikan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan rolling bersama menuju Club House Bikers Brotherhood MC di Jalan Wastukencana Nomor 50B, Bandung. Perjalanan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sekaligus simbol kebersamaan dalam mengawali masa kepemimpinan yang baru.






