Dalam rencana revitalisasi, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi disebut menginginkan bangunan Teras Cihampelas dibongkar terlebih dahulu. Langkah tersebut akan menjadi tahap awal sebelum dilakukan penataan kawasan secara lebih menyeluruh.
“Pak Gubernur tetap meminta kita untuk membongkar Teras Cihampelas. Ya, kita lakukan,” ungkap Farhan.
Farhan menjelaskan, konsep penataan secara keseluruhan masih dalam tahap pembahasan di tingkat pemerintah provinsi. Namun, salah satu arah yang ingin dikembalikan adalah kenyamanan masyarakat saat berada di kawasan Cihampelas, khususnya dengan menghidupkan kembali suasana ruang publik yang lebih teduh.
“Yang pasti, pertama adalah membongkar Teras Cihampelas untuk mengembalikan kenyamanan berada di bawah pohon,” katanya.
Selain aspek ruang publik, penataan kawasan juga akan mempertimbangkan potensi ekonomi yang berada di sepanjang Jalan Cihampelas. Pemerintah ingin aktivitas pelaku usaha di kawasan tersebut tetap berkembang seiring dengan perubahan tren masyarakat.
Farhan menilai wajah Cihampelas ke depan tidak harus selalu bertumpu pada identitas kawasan sebagai pusat penjualan produk fesyen berbahan denim. Pergeseran tren dan gaya hidup masyarakat dinilai perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan konsep pengembangan kawasan.






