“Di awal berdirinya, banyak anggota kami berasal dari kalangan seniman. Dari situ muncul gagasan bagaimana para seniman bisa tetap berkarya sambil beramal. Maka lahirlah Yayasan Mimbar Hiburan dan Amal Bagi Dhuafa sebagai wadah kegiatan sosial tersebut,” ujar Selvi.
Selvi sendiri telah berkecimpung di yayasan tersebut selama sekitar 10 tahun. Sebelum menjabat sebagai ketua, ia sempat mengemban amanah sebagai wakil ketua selama satu periode. Menurutnya, penunjukan dirinya sebagai ketua merupakan bagian dari proses regenerasi kepemimpinan agar organisasi dapat terus berkembang dengan semangat yang lebih segar.
“Ini bagian dari regenerasi agar ada generasi yang lebih muda yang melanjutkan perjuangan para pendahulu. Mudah-mudahan apa yang kami lakukan bisa menjadi amal jariyah,” ungkapnya.
Selama perjalanannya, MHABD aktif menjalankan berbagai program sosial, di antaranya kegiatan pernikahan massal bagi kaum dhuafa dan penyandang disabilitas, pembagian nasi berkat setiap pekan kepada masyarakat yang membutuhkan, serta kegiatan tanggap darurat bencana. Salah satu contohnya adalah penyaluran bantuan langsung ketika terjadi bencana di Aceh.
Selain itu, yayasan juga mengembangkan Rumah Tahfidz Al-Qur’an MHABD yang bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia serta lembaga Al Fitroh. Program ini memberikan kesempatan bagi para santri yang mampu menghafal minimal enam juz Al-Qur’an untuk melanjutkan pendidikan di lembaga tersebut.






