MHABD juga memiliki program pemberdayaan masyarakat melalui kursus salon gratis bagi anak muda di bawah usia 27 tahun yang putus sekolah atau belum memiliki pekerjaan. Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan kementerian terkait selama tiga bulan pelatihan gratis, kemudian peserta diarahkan untuk mengikuti program magang agar dapat memiliki keterampilan dan peluang kerja.
Peluncuran Majelis Taklim MHABD sendiri bertujuan untuk memperluas cakupan dakwah dan memperkuat jaringan kolaborasi antar majelis taklim di Kota Bandung. Melalui wadah ini, MHABD berharap dapat membangun sinergi yang lebih luas dengan berbagai komunitas keagamaan.
Ke depan, yayasan juga memiliki rencana untuk memperluas jaringan organisasi dengan membentuk chapter MHABD di berbagai kota di Indonesia agar manfaat kegiatan sosial yang dijalankan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Tantangan pasti ada, apalagi kita bekerja bersama banyak orang yang lebih senior. Tapi lebih banyak manisnya. Yang penting kita bisa saling sinkron dan bersama-sama mencari solusi jika ada kendala,” kata Selvi.
Ia berharap MHABD dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. “Harapan kami ke depan adalah semakin memperluas manfaat untuk masyarakat, tentunya dengan membangun kolaborasi yang lebih banyak lagi,” pungkasnya.
(Red)






