Arys Buntara Resmikan Komunitas Heling, Ruang Belajar Spiritualitas dan Meditasi di Bandung

Melalui komunitas tersebut, para anggota nantinya dapat belajar mengenai spiritualitas dan meditasi secara bersama-sama. Heling diharapkan menjadi ruang yang terbuka bagi siapa pun yang ingin belajar memahami diri, meningkatkan kesadaran, serta saling menguatkan tanpa adanya unsur menghakimi.

Arys berharap komunitas Heling dapat terus berkembang secara alami. Ia menegaskan, komunitas tersebut tidak berorientasi pada jumlah anggota, melainkan pada kualitas hubungan dan proses yang dijalani bersama.

“Harapannya Heling semakin berkembang. Kita tidak mengejar anggota yang banyak. Tidak ada paksaan dan kewajiban apa pun. Semua diterima, saling menguatkan, dan tidak ada unsur menghakimi,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan harapan melalui ungkapan “Heling Teguh Rahayu Selamet”, agar komunitas tersebut dapat menjadi ruang yang memberikan kekuatan dan manfaat bagi masyarakat, khususnya di Kota Bandung.

Selain memperkenalkan komunitas, acara tersebut turut menjadi momentum untuk memperkenalkan logo Heling yang memiliki sejumlah makna simbolis. Lambang matahari merepresentasikan pencerahan dan keinginan manusia untuk menemukan cahaya dalam kehidupan. Sementara itu, simbol pohon, bunga, dan daun menggambarkan proses manusia untuk terus tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik. Unsur air dimaknai sebagai simbol kehidupan yang terus mengalir sekaligus memberikan manfaat, sedangkan lambang bola dunia merepresentasikan semesta yang hidup dalam berbagai unsur.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi jamming bersama sejumlah musisi Kota Bandung. Suasana kebersamaan dan keakraban pun menjadi penutup acara peluncuran komunitas Heling sekaligus syukuran ulang tahun ke-57 Arys Buntara.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *