Layanan menuju bandara juga mencatat jumlah pelanggan yang cukup besar. KAI Bandara melayani 5.110.010 pelanggan sepanjang Januari-September 2026 melalui layanan yang mencakup KA Bandara YIA serta KA Srilelawangsa untuk konektivitas menuju Bandara Kualanamu sekaligus mobilitas regional di Sumatera Utara.
Pada segmen perjalanan wisata, KAI Wisata melayani 234.635 pelanggan atau tumbuh 39,43 persen. Sementara itu, layanan kereta cepat Whoosh mencatat 4.576.841 pelanggan atau meningkat 1,16 persen.
Anne mengatakan KAI Group terus mengarahkan pengembangan layanan pada kemudahan konektivitas antarmoda. Integrasi antara stasiun, angkutan perkotaan, kereta antarkota, layanan bandara, kereta cepat, serta moda lanjutan diharapkan memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat dalam merencanakan perjalanan.
“Bagi pelanggan, yang paling penting adalah perjalanan dapat direncanakan dengan mudah dan perpindahan antarlayanan semakin sederhana. Karena itu, konektivitas menjadi bagian penting dari pengembangan KAI Group, agar setiap layanan dapat saling melengkapi sesuai kebutuhan perjalanan masyarakat,” kata Anne.
Seiring dengan meningkatnya jumlah perjalanan, KAI juga mencatat kinerja operasional yang tetap terjaga. Rata-rata ketepatan waktu kedatangan atau On Time Performance (OTP) kereta api penumpang pada Januari-September 2026 mencapai 97,31 persen.
KAI menggunakan data permintaan pelanggan, ketepatan waktu, kapasitas, serta kesiapan sarana dan prasarana sebagai bagian dari pengelolaan perjalanan menuju periode mobilitas akhir tahun.
“Pertumbuhan lebih dari 26 juta pelanggan dibandingkan periode yang sama tahun lalu menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap transportasi berbasis rel terus berkembang. KAI Group akan terus membaca pola perjalanan pelanggan agar layanan yang tersedia semakin relevan, terhubung, dan mudah digunakan di berbagai wilayah Indonesia,” tutup Anne.
(Red/ANTARA)






