Tidak hanya menerima materi, para siswa juga diajak mengikuti sesi workshop dan studi kasus terkait literasi media. Dalam kegiatan ini, peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil dan didampingi langsung oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi UPI untuk menganalisis serta mencari solusi atas berbagai contoh kasus penipuan digital yang sering terjadi di masyarakat.
Dosen pengampu mata kuliah, Vidi Sukmayadi, Ph.D., turut menyampaikan apresiasi atas keberhasilan penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Kebanggaan paling utama bagi seorang pendidik adalah ketika melihat anak didiknya mampu berkembang dan memberikan dampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar SRMA 11 Bandung atas dukungan dan kerja sama yang telah diberikan selama pelaksanaan program berlangsung.
Melalui kegiatan MisLeading Message (MLM), mahasiswa Ilmu Komunikasi UPI berharap para siswa SRMA 11 Bandung dapat menjadi generasi yang lebih bijak dalam menggunakan media sosial, mampu melindungi diri dari berbagai ancaman kejahatan digital, serta menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif di lingkungan sekitarnya.
(Dina Ghazia/Red)






