Menurut Suherman, proses penataan yang berlangsung secara tertib dan damai juga patut diapresiasi.
“Awalnya banyak yang khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Namun alhamdulillah semuanya berjalan baik dan kondusif. Sebagai warga Bandung, saya mendukung upaya menjadikan kota ini lebih tertata, bersih, dan nyaman,” tambahnya.
Sementara itu, warga asli Cicadas, Abah Ajat, mengaku merasakan suasana yang berbeda setelah penataan mulai dilakukan.
“Saya sebagai orang asli sini sangat senang. Rasanya seperti melihat Cicadas zaman dulu, tetapi sekarang lebih rapi. Ada pohon-pohon juga sehingga suasananya menjadi lebih teduh dan nyaman,” tuturnya.
Penataan kawasan Cicadas tidak hanya berfokus pada aspek estetika dan ketertiban kota, tetapi juga memperhatikan keberlangsungan ekonomi masyarakat yang selama ini beraktivitas di kawasan tersebut. Pemerintah bersama para pemangku kepentingan akan terus melakukan komunikasi dan pendampingan guna mencari solusi terbaik bagi para pedagang terdampak.
Melalui penataan yang dilakukan secara bertahap dan kolaboratif, kawasan Cicadas diharapkan dapat menjadi ruang publik yang lebih tertata, aman, nyaman, sekaligus tetap memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
(Red/Diskominfo Kota Bandung)






