SOROT JABAR – Upaya meningkatkan pemahaman pelaku usaha terhadap keamanan pangan terus dilakukan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Salah satunya melalui kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang digelar tim dosen Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Bandung dengan mengembangkan instrumen evaluasi pengetahuan bagi penanggung jawab Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP).
Kegiatan bertajuk “Implementasi Instrumen Pengukuran Pengetahuan Penanggung Jawab Industri Rumah Tangga Pangan sebagai Prasyarat Mendapatkan SPP-IRT di Kota Bandung” tersebut berlangsung di Hotel Grand Pasundan, Bandung, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Bandung melalui Seksi Farmasi, Makanan, dan Minuman.
Program ini diarahkan untuk memperkuat kualitas penyuluhan keamanan pangan yang menjadi salah satu tahapan penting dalam proses sertifikasi Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT).

Kegiatan dipimpin oleh apt. MH. Roseno, M.Si. bersama apt. Widyastiwi, M.Si. Tim juga melibatkan delapan mahasiswa dan dua Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Bandung yang turut berperan dalam pelaksanaan kegiatan, pendampingan peserta, hingga evaluasi hasil pelatihan.
Kota Bandung sendiri menjadi salah satu daerah dengan pertumbuhan sektor UMKM pangan yang cukup pesat. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bandung hingga April 2025, terdapat lebih dari 3.300 Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP), sementara sekitar 900 pelaku usaha setiap tahunnya mengikuti proses sertifikasi SPP-IRT.
Dalam proses sertifikasi tersebut, pelaku usaha wajib mengikuti penyuluhan keamanan pangan untuk memastikan pemahaman mengenai prinsip Cara Produksi Pangan yang Baik untuk Industri Rumah Tangga (CPPB-IRT).






